Saat kau berada jauh di balik cakrawala,
jarum jam berubah menjadi belati.
Setiap detiknya menghunjam jantungku berkali kali.
Mencoba mengeluarkan bayanganmu di dalamnya,
menjadikanmu ada walau hanya di kepala.
Lalu aku akan berbicara pada mu di tengah nafas beku yang melingkupi nadi,
dan lalu kau menjelma menjadi air mata, menelusuri pipi.
ehm ehm...heheh
ReplyDeletehahahhaahh
ReplyDeleteknp kk, ge batuk ya
:P
iya nich hahah
ReplyDeletefb nya apa to dik ko tak cari gak ada
ReplyDeletedi komix aja kk,
ReplyDeletehati2 loch musim flu burung lagi
jgn smpe nular di blog aq ya
wakakkaak :P
fb nya kk dah di add kog
hmmm.......