Thursday, June 28, 2012

kau dan aku adalah satu cerita yang tak ingin habis ku baca!!

Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini
Karena dengan langkahmu. Aku terbangun, dari mati suri yang kunina bobokan sendiri
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi. Aku lelah menjaga pintu.
Kalau kamu datang. Aku berani sumpah, aku tenang
 dan ketika itu tiba harapanku hanya.....................
Akan ada hari dimana kugelar sajadahku dan sajadahmu. Kita bersujud dalam sepenggal waktu, berulang kali.
Akan ada hari, dimana seluruh doa yang terucap dari bibirmu. Kuamini juga dalam hati, 1 shaf di belakangmu.
Akan ada hari kusiapkan sahurmu, dengan senang hati. Dan menanti berbuka sembari mengukir senja.
Akan ada hari, kaudengungkan adzan di balik daun telinga sosok yang mungil, yang mewarisi sebagian parasmu, dan sebagian tingkahku.
Akan ada hari, kita melihat nisan. Dan memesan sepetak lahan, berdampingan. Untuk nanti, ketika esok tak ada lagi.
Akan ada hari, entah kau, atau aku yang merana. Karena salah satu dari kita, akan pergi lebih dulu. Meninggalkan dunia, melepaskan fana

kuburan mimpi

Paling sedih itu ketika melewati pekuburan mimpi. Semua orang mengubur dalam harapan dan menisankannya tanpa nama.
Disana mimpi terperangkap dalam tanah. Tanpa kau sadar, senyummu tertinggal sedikit disana
Mimpimu mau dibawa kemana? pekuburan? atau kau gantung di awan?
Mimpi seharusnya bersayap. Ia terbang melintasi langitmu. Dan kamu mengikutinya, setapak demi setapak, dengan jejak.
Kalau mimpi tersesat, siapa yang akan menemukannya? Siapa yang akan mencarinya kalau bukan tekadmu sendiri?
Kulewati lagi pekuburan mimpi. Terdengar teriakan menyayat hati. Aku menutup mata dan berkata pada kepala. Aku tak mau mimpiku berakhir disana.

Wednesday, June 27, 2012

acak - acak

terkadang hujan turun hanya untuk mengantarkan wajahmu ke ingatan ku, dan aku menggambar rindu2 di langit kamar ku bentuknya persis seperti mata mu.
setiap yang berlalu berubah menjadi kupu2 terbang di ingatan ku,hinggap di setiap doa untuk mu.
aku bukan nya menunggu, aku hanya terlalu sibuk menyiapkan tempat untuk mu
sebening apapun aku adalah keras yang mudah pecah molekul rapuh berwajah padat pelan2 membungkus hatiku, ia terbuat dari kaca,
dan Malam masih terlalu pagi. Jangan tiup aku terlalu dini. Aku masih ingin melihat bayanganmu dalam cahaya yang kubuat sendiri. Biarlah kunikmati karena  aku tidak mau menjadi tangga, dipijak hanya agar kamu menjadi lebih tinggi dan lalu aku menghening pada ruang waktu. Tenggelam menyaksikanmu dari bawah sini.
 
arght...Sebentar lagi aku tenggelam dalam pejam dan akan kupetik bunga mimpi. 
Kurangkai dalam haru, kusiapkan untuk menyambutmu

pesan ku nanti jangan terlalu sebentar bersama ku , itu saja !!!

kalau

Kalau kamu ada di sini. Aku harap pintu itu menghilang, agar kau menetap dan tak kembali pulang.
Kalau kamu ada di sini. Aku harap hujan tak akan pernah berhenti, agar senyummu tetap bisa menyelimuti hati.
Kalau kamu ada di sini. Aku harap waktu berhenti, agar detik bersamamu terasa abadi.
Kalau kamu ada di sini. Berceritalah semaumu. Setiap pori dinding akan merekam. Gemanya akan terngiang, tertabung di ingatanku.
Kalau kamu ada di sini. Aku tak akan takut pada gelap lagi.
Kalau kamu ada di sini. Tempat ini akan menjadi lokasi ternyaman di dunia yang pernah dimiliki bumi.
Kini, kuharap segala kalau itu menghilang dan terlebur bersama sepi.
Kamu. Aku. Benar benar ada di sini.

Dear Future Me,


Hai. Kemarin kamu sedang bersedih, tapi seperti biasa, kamu bisa menyembunyikannya dengan tawa. Iya itu karena dia, salah satu pria yang pernah memasuki benakmu saat itu. Iya, laki-laki yang keluar masuk di kepala dan hatimu kan tidak banyak, hanya beberapa, pasti kauingat yang kumaksud siapa, dan lalu saat detik matamu terpaku pada barisan aksara ini, kau sembari tertawa akan melihat sosok pasangan yang membahagiakanmu, yang akan selalu menyayangimu, melindungimu, selamanya. Amin.
Kenapa ya aku … kita sering begini?
Kemarin aku pikir aku sudah berlari jauh meninggalkan sakit itu, tapi ternyata aku hanya seperti berlari di atas threadmill. Aku masih di posisi yang sama. Keingintahuan itu terkadang menyakitkan, keingintahuan akan orang yang tidak tahu ada kita yang mengawasinya dari kejauhan.
Pura pura lupa berkali-kali tidak membawaku pada amnesia.
Pura pura sudah sembuh tidak membawaku pada tidur yang nyenyak
Pura pura tidak menangis tidak membawaku pada senyum yang berkepanjangan.
Entah kenapa kutuliskan surat ini, mungkin sebagai pengingat, bahwa aku, kita, pernah mengalami hal yang berat sebelum bertemu orang yang meringankan segalanya dalam sisa perjalanan.
Katakan padanya, dapat salam dariku, kamu di masa lalu. Katakan, aku sungguh ingin memeluk dia sekarang, saat ini dan mendengarnya berkata “Ada aku, semua akan baik baik saja”. 
Aku tahu mungkin bukan sekarang saat yang tepat bertemu dia, dan aku akan sabar menunggu hingga detik itu tiba. Dia akan menjadi penampung semua peluk & tissue atas semua air mata, ya kan?
Salam dariku, untukmu, untuknya. Kalian pasti sedang dan akan terus berbahagia.