Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini
Karena dengan langkahmu. Aku terbangun, dari mati suri yang kunina bobokan sendiri
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi. Aku lelah menjaga pintu.
Kalau kamu datang. Aku berani sumpah, aku tenang
dan ketika itu tiba harapanku hanya.....................
Akan ada hari dimana kugelar sajadahku dan sajadahmu. Kita bersujud dalam sepenggal waktu, berulang kali.
Akan ada hari, dimana seluruh doa yang terucap dari bibirmu. Kuamini juga dalam hati, 1 shaf di belakangmu.
Akan ada hari kusiapkan sahurmu, dengan senang hati. Dan menanti berbuka sembari mengukir senja.
Akan ada hari, kaudengungkan adzan di balik daun telinga sosok yang mungil, yang mewarisi sebagian parasmu, dan sebagian tingkahku.
Akan ada hari, kita melihat nisan. Dan memesan sepetak lahan, berdampingan. Untuk nanti, ketika esok tak ada lagi.
Akan ada hari, entah kau, atau aku yang merana. Karena salah satu dari kita, akan pergi lebih dulu. Meninggalkan dunia, melepaskan fana
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini
Karena dengan langkahmu. Aku terbangun, dari mati suri yang kunina bobokan sendiri
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi. Aku lelah menjaga pintu.
Kalau kamu datang. Aku berani sumpah, aku tenang
dan ketika itu tiba harapanku hanya.....................
Akan ada hari dimana kugelar sajadahku dan sajadahmu. Kita bersujud dalam sepenggal waktu, berulang kali.
Akan ada hari, dimana seluruh doa yang terucap dari bibirmu. Kuamini juga dalam hati, 1 shaf di belakangmu.
Akan ada hari kusiapkan sahurmu, dengan senang hati. Dan menanti berbuka sembari mengukir senja.
Akan ada hari, kaudengungkan adzan di balik daun telinga sosok yang mungil, yang mewarisi sebagian parasmu, dan sebagian tingkahku.
Akan ada hari, kita melihat nisan. Dan memesan sepetak lahan, berdampingan. Untuk nanti, ketika esok tak ada lagi.
Akan ada hari, entah kau, atau aku yang merana. Karena salah satu dari kita, akan pergi lebih dulu. Meninggalkan dunia, melepaskan fana