Matahari tidak pernah meninggalkan bumi sekalipun bumi tidak mampu melihatnya. Entah oleh mendung gelap atau hujan lebat. Sekalipun bumi tidak bisa merasakan kehadirannya dimalam hari. Matahari titipkan cintanya kepada Bulan. Memberi ruang kepada bumi agar bumi paham, bahwa ada atau tiadanya matahari, langit tetaplah menawan.
Matahari tidak pernah meninggalkan bumi, pada jarak yang sama bertahun-tahun. Matahari dan Bumi adalah dua hal yang memang berlainan. Terlalu dekat membuat keduanya akan saling meniadakan. Mungkin cukup seperti ini hubungan antara Matahari dan Bumi. TIdak untuk saling berdekatan namun dengan jarak yang cukup aman untuk saling mencintai.
Toh mencintai itu tidak selalu berarti harus berdekatan dan memiliki bukan? Tidak selalu berarti bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu. Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja terjadi, seperti ketika saya mencintai orang dimasa depan yang bahkan belum pernah saya temui. Cinta yang diwujudkan dalam doa-doa dan perbaikan diri.
Matahari kepada Bumi pun demikian. Pada jaraknya yang aman, keduanya justru bersinergi. Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.
Cinta adalah ketika kamu merasa energi dan potensimu naik berlipat ganda ketika bersamanya. Dan cintamu membuat hal yang sama kepadanya, bukan justru meniadakannya. Atau jika kalian ternyata saling meniadakan meskipun kalian saling mencintai, lebih baik tidak perlu bersatu. Karena percayalah, bahwa segala sesuatu itu tidak selalu harus seperti yang kita inginkan dan pikirkan. Sekalipun kita memiliki rencana terbaik, percayalah bahwa rencana Allah jauh lebih baik.
Seperti matahari kepada bumi.
Friday, January 31, 2014
seperti matahari dan bumi
untuk sementara
KIta masing-masing sendiri untuk sementara waktu. Kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita pertahankan saat ini. Untuk sementara waktu saja. KIta biarkan hidup kita berjalan sendiri-sendiri. Meski kita merasakan hal yang sama saat ini. Biarkan saja itu mengalir seperti hujan yang jatuh.
Tidak perlu memaksakan waktu untuk bersama. Padahal waktu kita belum sampai. Tuhan menyampaikan pesan-Nya agar kita menjaga diri untuk sementara waktu. Kan semua hanya sementara?
Jika kamu kehilangan sabar. Aku mungkin akan kehilanganmu. Untuk sementara waktu jagalah hati kita masing-masing tetap berada pada tempatnya. Tetap berada pada perlindungannya. Sampai waktu dimana dia harus diberikan dan diterima oleh orang lain. Sampai waktu dimana kita akan menerima hal yang sama pula dari orang lain.
Untuk sementara waktu. Bersabarlah. Karena kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita perjuangkan saat ini. Bukankah untuk sementara waktu saja. Tidak lama, tidak akan menghabiskan seluruh hidup kita bukan?
nanti
Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku lebih baik memilih diam. Agar kau tidak perlu kerepotan menghindariku setiap kali bertemu. Agar aku bisa menjadi temanmu. Agar kau tidak khawatir bersamaku.
Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku memilih diam. Bukan berarti aku takut. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang banyak bicara. Lebih baik aku bersabar terhadapmu.
Aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman berada di dekatku. Biarlah semua menjadi rahasia yang tidak seorang pun tahu. Tidak akan ada teman yang menggoda saat kita berada di tempat yang sama.
Kau bisa bebas bercerita dan bermain bersama. Tanpa perlu merasa apa-apa. Tanpa perlu susah payah menghindariku hanya karena perasaanku. Tidak perlu sungkan membalas pesanku hanya karena khawatir menimbulkan sesuatu.
Biarlah semua aku simpan rapi. Agar aku bisa menjadi temanmu saat ini. Dan kau bisa menghadapi hidupmu tanpa perlu memikirkan bagaimana perasaanku. Kita tetap bisa saling bercerita sepanjang kita mau tanpa kau merasa ragu. Kita tetap bisa bermain bersama dengan teman yang lain dalam satu meja, tertawa bersama, tanpa rasa canggung.
Biarlah semua seperti ini. Keadaan ini aku pertahankan bukan karena aku takut memulai. Aku justru takut merusak suasana di waktu yang tidak tepat. Tidak semua perasaan harus dikatakan saat itu juga bukan?
Aku akan menunggu.
BersamaMU
Bersamamu aku tidak perlu repot-repot berdandan berjam-jam. Toh make up ku akan kalah oleh hujan. Kita akan hujan-hujanan. Toh nanti make-up ku
akan hilang di basuh wudhu. Sederhana saja kan lebih enak.
Bersamamu , aku tidak perlu takut berbuat aneh. Tidak perlu repot mengatur diri agar terlihat anggun. kamu tidak sedang berjalan bersama model di catwalk kan. Sederhana saja kan lebih nyaman.
Bersamamu, aku tidak perlu takut untuk kentut atau ijin ke belakang berlama-lama. Namanya juga manusia. Kalau ditahan nanti masuk rumah sakit. Sederhana saja, keterbukaan kan lebih menenangkan.
Bersamamu, aku tidak perlu repot makan bergaya eropa. Kita akan makan di manapun. Selama halal, bersih, dan sehat. Kita bisa sambil bercanda sesekali dalam jeda. Sederhana saja kan lebih asyik.
Bersamamu, aku tidak perlu takut kalau tidak bisa masak. Tidak perlu takut tidak bisa mengurusmu. Kan tugasmu yang mengurusku. Menjamin kehidupanku sebagaimana yang telah kamu janjikan nanti kepada orang tua ku ( insya allah ). Memastikanku baik-baik saja. aku cukup bersamamu dan menjadikan kebersamaan kita sebagai pahala. Sederhana saja bukan, tidak saling menuntut berlebihan.
Bersamamu, aku tidak perlu takut untuk menjadi diriku sendiri. aku boleh marah, aku boleh menangis, aku boleh bahagia. Selama aku tidak berlarut-larut berdiam diri. Kan kamu bukan cenayang. Sederhana saja kan, saling bicara lebih menentramkan,
Bersamamu, aku tidak perlu takut kehilangan teman. Teman-teman baikku akan ku ajak kemari, akan ku kenalkan padamu. kamu akan menjadi teman baik mereka juga. Agar kita bisa bermain bersama-sama dengan mereka di waktu luang.
Bersamamu, semua hal yang aku takutkan tidak perlu aku takutkan lagi. Sederhana kan. karena kamu hanya ingin menghilangkan ketakutanku ketika sendiri
dan aku berharap bisa bersamamu seperti dalam diskripsi itu
Bersamamu , aku tidak perlu takut berbuat aneh. Tidak perlu repot mengatur diri agar terlihat anggun. kamu tidak sedang berjalan bersama model di catwalk kan. Sederhana saja kan lebih nyaman.
Bersamamu, aku tidak perlu takut untuk kentut atau ijin ke belakang berlama-lama. Namanya juga manusia. Kalau ditahan nanti masuk rumah sakit. Sederhana saja, keterbukaan kan lebih menenangkan.
Bersamamu, aku tidak perlu repot makan bergaya eropa. Kita akan makan di manapun. Selama halal, bersih, dan sehat. Kita bisa sambil bercanda sesekali dalam jeda. Sederhana saja kan lebih asyik.
Bersamamu, aku tidak perlu takut kalau tidak bisa masak. Tidak perlu takut tidak bisa mengurusmu. Kan tugasmu yang mengurusku. Menjamin kehidupanku sebagaimana yang telah kamu janjikan nanti kepada orang tua ku ( insya allah ). Memastikanku baik-baik saja. aku cukup bersamamu dan menjadikan kebersamaan kita sebagai pahala. Sederhana saja bukan, tidak saling menuntut berlebihan.
Bersamamu, aku tidak perlu takut untuk menjadi diriku sendiri. aku boleh marah, aku boleh menangis, aku boleh bahagia. Selama aku tidak berlarut-larut berdiam diri. Kan kamu bukan cenayang. Sederhana saja kan, saling bicara lebih menentramkan,
Bersamamu, aku tidak perlu takut kehilangan teman. Teman-teman baikku akan ku ajak kemari, akan ku kenalkan padamu. kamu akan menjadi teman baik mereka juga. Agar kita bisa bermain bersama-sama dengan mereka di waktu luang.
Bersamamu, semua hal yang aku takutkan tidak perlu aku takutkan lagi. Sederhana kan. karena kamu hanya ingin menghilangkan ketakutanku ketika sendiri
dan aku berharap bisa bersamamu seperti dalam diskripsi itu
Subscribe to:
Posts (Atom)