Manusia bodoh. Waw! Terlalu kasar. Hahaha, tidak, itu bukan julukan
untuk orang lain, tapi adalah sebuah judul lagu dan itu sepertinya buat
saya. Hahahaha… jedaaar…
Entah tiba-tiba nyanyi-nyanyi sendiri lagu dari Ada Band ini. Daaan, bila dirasakan, setiap liriknya nonjok banget (sebenernya udah sadar dari dulu ._.v). Wkwkwk, ngga sih, tentang masa lalu. Sudah sudah, saya sudah berdamai dengan masa lalu… hehehe…
Yap, ngrasa bodoh banget, bener kata Ada Band. Kenapa harus terpuruk jika hal yang bikin kita terpuruk itu telah bersenang riang gembira? Tak ada gunanya. Hanya menyiksa batin. Jika batin telah tersiksa, sebenarnya, tamatlah riwayat. Beruntung, setiap hembusan nafas yang keluar, selalu di dampingi oleh orang-orang yang luar biasa hingga tidak berlebihan, mereka saya sebut sebagai malaikat kiriman Allah.
Ups, okay, saya sudah berdamai dengan masa lalu. Saya tidak menyalahkan masa lalu saya. Bukankah masa lalu adalah guru terbaik? Bersyukur, hidup ini untuk saya. Cerita ini untuk saya. Garis ini untuk saya. Hingga menjadikan saya masih tetap berdiri kokoh, siap untuk cerita selanjutnya, tentunya dengan cintaNya.
Nih, saya kasih liriknya. Lagu dalam masa berat cerita cinta…
Entah tiba-tiba nyanyi-nyanyi sendiri lagu dari Ada Band ini. Daaan, bila dirasakan, setiap liriknya nonjok banget (sebenernya udah sadar dari dulu ._.v). Wkwkwk, ngga sih, tentang masa lalu. Sudah sudah, saya sudah berdamai dengan masa lalu… hehehe…
Yap, ngrasa bodoh banget, bener kata Ada Band. Kenapa harus terpuruk jika hal yang bikin kita terpuruk itu telah bersenang riang gembira? Tak ada gunanya. Hanya menyiksa batin. Jika batin telah tersiksa, sebenarnya, tamatlah riwayat. Beruntung, setiap hembusan nafas yang keluar, selalu di dampingi oleh orang-orang yang luar biasa hingga tidak berlebihan, mereka saya sebut sebagai malaikat kiriman Allah.
Ups, okay, saya sudah berdamai dengan masa lalu. Saya tidak menyalahkan masa lalu saya. Bukankah masa lalu adalah guru terbaik? Bersyukur, hidup ini untuk saya. Cerita ini untuk saya. Garis ini untuk saya. Hingga menjadikan saya masih tetap berdiri kokoh, siap untuk cerita selanjutnya, tentunya dengan cintaNya.
Nih, saya kasih liriknya. Lagu dalam masa berat cerita cinta…
Dahulu terasa indah…
Tak ingin lupakan…
Bermesraan slalu jadi satu kenangan manis…
Tiada yang salah…
Hanya aku manusia bodoh…
Yang biarkan semua ini permainkanku berulang-ulang kali…
Mencoba bertahan sekuat hati…
Layaknya karang yang dihempas sang ombak…
jalani hidup dalam buai belaka…
Serahkan cinta tulus di dalam takdir…
Tak ayal tingkah lakumu buatku putus asa…
Kadang akal sehat ini tak cukup membendungnya…
Hanya kepedihan yang slalu datang menertawakanku…
Kau belahan jiwa tega menari indah di atas tangisanku…
Mencoba bertahan sekuat hati…
Layaknya karang yang dihempas sang ombak…
jalani hidup dalam buai belaka…
Serahkan cinta tulus di dalam takdir…
Tapi sampai kapan kah ku harus menanggungnya, kutukan cinta ini…
Semua kisah pasti ada akhir yang harus dilalui…
Begitu juga akhir kisah ini yakinku indaah…
Mencoba bertahan sekuat hati…
Layaknya karang yang dihempas sang ombak…
jalani hidup dalam buai belaka…
Serahkan cinta tulus di dalam takdir…
Tapi sampai kapan kah ku harus menanggungnya, kutukan cinta ini…
bersemayam dalam kalbuu…
No comments:
Post a Comment